Kontributor

  • Sodikin Masrukhin (Koordinator)
  • Aries Pujianto
  • Siti Nur Laely
  • Rofiq Priyanto
kontributor artikel

017768


Hit : 30
All Hits : 17768
Page : 62
All Pages : 56431
Online : 1

 IP : 54.234.59.94
 Date : 14-09-16
Browser : Other
Protected by Copyscape Duplicate Content Protection Tool
Home » Strategi Pembelajaran » Cara Belajar Sejarah Yang Menyenangkan

Cara Belajar Sejarah Yang Menyenangkan

17 October 2012 | Strategi Pembelajaran

Ada sebuah cerita menggelitik tentang pembelajaran sejarah. Pada suatu saat ketika pembelajaran Sejarah sedang dilaksanakan di sebuah kelas, pak guru bertanya kepada siswanya, “Anak-anak, kapan terjadi Perang Diponegoro?” Secara berebutan para siswa mengacungkan jari telunjuk. Kemudian pak guru menunjuk satu diantaranya untuk menjawab. Dan jawaban yang terlontar dari siswa yang diberi kesempatan menjawab adalah, “Habis Maghrib, Pak!”

Sementara di lain waktu, pertanyaan masih seputar Perang Diponegoro. pak guru bertanya, “Sesudah bergerilya bersama pasukannya, Pangeran Diponegoro kemudian melarikan diri ke …?” Secara serempak para siswa menjawab dengan keras, “Ketakutan”

Atas jawaban tersebut, seketika kelas riuh sebab gelak tawa para siswa. Pak guru yang bertanya dibuat tertegun sesaat. Selanjutnya ia membentak para siswa untuk menenangkan mereka.

Cerita ini bukanlah anekdot atau cerita fiktif yang tidak berdasarkan kenyataan. Kisah tentang pak guru dan siswanya dalam pembelajaran sejaran ini benar-benar terjadi. Cerita ini diceritakan oleh Profesor Susanto Zuhdi, Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia.

Dalam pandangannya, saat sekarang ini, para siswa sangatlah kreatif, mempunyai pikiran yang lebih bebas serta terbuka. Oleh karena itu, metode pembelajaran Mapel Sejarah harus didesain lebih inovataif dan kreatif sehingga menyenangkan dan tidak membosankan siswa. Desain pembelajaran sejaran yang tepat tentu tidak akan melahirkan jawaban “habis Maghrib” dan “ketakutan” serta yang semisal dengannya.

Jawaban dari siswa sebagai dalam kisah di atas tidak mencermikan bahwa mereka tak tahu jawabannya. Tetapi lebih merupakan reaksi atas proses pembelajaran yang tidak menarik. Jawaban yang ada lebih mencermikan kejenuhan mereka sehingga mencari suasana lain supaya lebih enjoy. Pelajaran Sejarah dalam proses pembelajarannya memang berisi banyak hafalan dan menyediakan jawaban sepertinya memang perlu disikapi dengan arif dan bijak supaya kandungan materi di dalamnya dapat dengan mudah terekam dalam memori siswa.

Adalah tidak tepat jika dikatakan bahwa pelajaran Sejarah adalah pelajaran yang tidak menarik. Justru sebaliknya, pelajaran Sejarah merupakan pelajaran yang penuh dengan pesona. Kalau pada kenyataannya pelajaran Sejarah tidak menarik bagi siswa, kita saja yang tidak dapat mengemasnya dengan lebih menarik.

Belajar tentang sejarah masa lalu dapat lebih menarik jika dalam proses pembelajarannya diinternalisasikan nilai dan makna dari sebuah peristiwa sejarah tersebut. Karena sesungguhnya setiap orang (termasuk siswa) berkepentingan dengan sejarah. Paling tidak  ada tiga sebab kenapa setiap orang mempunyai kepentingan terhadap sejarah.Kepentingan tersebut adalah :

  1. Orang (baca:siswa) memang ingin mengetahu sejarah masa lalu yang penuh misteri serta mempesona. Oleh karenanya orang harus dibuat penasaran sehingga mereka akan selalu bertanya.
  2. Orang belajar sejarah adalah dalam rangka mengetahui pengalaman orang lain. Orang yang bijak adalah orang yang belajar dari pengalaman orang lain  dan tidak dari pengalamannya sendiri.
  3. Sejarah dapat menciptakan kelompok-kelompok komunitas, kelompok kemanusiaan, serta mampu menggugah rasa nasionalisme. Hal ini dikarenakan sejarah menciptakan satu kesatuan pengalaman. Secara individu ataupun kelompok, seharusnya sejarah sangat menarik.

Salah satu cara agar proses pembelajaran pelajaran Sejarah lebih menarik serta tidak membosankan adalah dengan kegiatan Lawatan Sejarah Nasioanal atau LASENAS X. Kegiatan tersebut merupakan program tahunan Kemendikbud yang diadakan oleh Dirjen Kebudayaan, Direktorat Sejarah, dan Nilai Budaya. Lasenas merupakan salah cara belajar sejarah yang menyenangkan. Hal ini disebabkan proses pembelajaran dilakukan dengan berkunjung langsung ke tempat-tempat yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Lasenas lebih dapat memperkuat ingatan politik serta sejarah generasi muda (siswa) dengan cara yang lebih disukai oleh siswa.

Ada satu contoh, beberapa tahun yang lalu ada satu pelajar dari Amerika yang mendatangi Morotai. Anak tersebut berkeinginan melihat langsung jejak peninggalan kakeknya pada waktu perang melawan Jepang. Meskipun jejak peninggalannya ada di Morotai dan berada ribuan kilometer dari tempatnya belajar tetap dia tempuh karena itu meupakan instruksi sejarah dan ada perintah masa lalu. Hal tersebut bisa dilakukan karena sejarah sangat penting dan menarik bagi pelajar Amerika tersebut.

Copyright © Gurumts.com. All Right Reserved.



Cat : Strategi Pembelajaran, tags:
Cara Belajar Sejarah Yang Menyenangkan
Blog Strategi Pembelajaran | Cara Belajar Sejarah Yang Menyenangkan yang sedang Anda baca merupakan judul posting yang diunggah Gurumts.com | Artikel Pendidikan dan Info Madrasah pada 17 October 2012 jam 13:10 WIB. Posting dengan judul Cara Belajar Sejarah Yang Menyenangkan ini diharapkan memberikan manfaat bagi pembaca. Dan hingga saat ini telah 1202 x dibaca.

Author : Guru MTs


Jika artikel "Cara Belajar Sejarah Yang Menyenangkan" bermanfaat, silakan di-share melalui jejaring berikut ini:

Leave a Reply