Kontributor

  • Sodikin Masrukhin (Koordinator)
  • Aries Pujianto
  • Siti Nur Laely
  • Rofiq Priyanto
kontributor artikel

017899


Hit : 24
All Hits : 17899
Page : 133
All Pages : 57085
Online : 2

 IP : 54.161.200.144
 Date : 14-09-19
Browser : Other
Protected by Copyscape Duplicate Content Protection Tool
Home » Guru » Guru, Antara Mendidik dan Mengajar

Guru, Antara Mendidik dan Mengajar

15 January 2013 | Guru

Madrasah bagai sebuah rumah yang didalamnya ada keluarga dan didalam keluarga ada ayah, ibu dan anak. Ayah dan ibu dirumah sementara di madrasah adalah guru, anak dirumah dan siswa di madrasah. Ada ungkapan guru adalah orang tua kedua di madrasah, ini berarti tanggung jawab guru sama dengan tanggung jawab orang tua. Tanggung jawab orang tua yang utama adalah mendidik anaknya. Menurut Farid Firmansyah dalam bukunya anak merupakan investasi yang paling utama bagi orang tua. Anak itu ibarat tanaman, perlu dirawat, dijaga, dipupuk dan diberi obat supaya tumbuh menjadi tanaman yang subur sesuai dengan harapan orang tua. Di era globalisasi teknologi dan informasi, dimana internet kini telah masuk kedalam kamar-kamar anak kita sehingga tidak ada batas disini maka diperlukan sebuah filter yang kuat bagi anak-anak kita. Ini berarti tanggung jawab orang tua atau guru semakin tertantang, sebab semakin kompleks permasalahan yang melingkupi anak-anak atau siswa kita.

Anak siap “dibentuk untuk dijadikan apa saja” sesuai keinginan pembentuknya. Jika dibiasakan dan dibina untuk menjadi baik maka ia akan menjadi baik, sebaliknya apabila anak dibiasakan dengan keburukan maka anak juga akan menjadi tidak baik. Tentang Hal ini tertulis dalam sebuah Hadits, Dari Abu Hurairoh, rosulullah bersabda : “Tidaklah anak yang dilahirkan itu melainkan lahir dengan membawa fitrah. Maka orang tuanyalah yang akan menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi”. Dari hadits tersebut tampak jelas bahwa anak terlahir dalam keadaan fitrah, peran orang tua dan guru dimadrasah sangat besar dan juga ini berarti bahwa masa depan anak, lingkungan hingga bangsa dan negara sangat tergantung dari pola pendidikan yang diberikan, baik dirumah atau dimadrasah. Apa yang sudah kita berikan pada mereka?, apakah kita hanya sekedar mengajar atau kita sudah mendidik mereka?.

Berbicara tentang apa sebetulnya perbedaan mengajar dengan mendidik ini menjadi problem dalam dunia pendidikan. Para guru kadang terjebak pada pemahaman bahwa tugas guru hanyalah mengajar, sementara melupakan proses pendidikan. Sesusngguhnya terdapat perbedaan yang mencolok antara keduanya. Marilah kita cermati sebetulnya apa perbedaan mendidik dan mengajar.

Pengertian Mendidik

Menurut Oemar Hamalik Pendidikan lebih menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian, jadi mengandung pengertian yang lebih luas (OemarHamalik,1995:55). Mendidik berarti bagaimana seorang guru bisa menjadi teladan bagi murid-muridnya. Bagimana pribadi para guru itu akan dilihat dan dicontoh oleh murid-muridnya. Maka sangatlah penting didunia pendidikan seorang guru mempunyai kepribadian yang baik.

Pengertian mengajar

Mengajar menurut pengertian modern berarti aktivitas guru dalam mengorganisasikan lingkungan dan mendekatkannya kepada anak didik sehingga terjadi proses belajar. (Nasution 1935 : 5).

Bertolak dari pengertian di atas, keberhasilan mengajar tentunya harus diukur dari bagaimana partisipasi anak dalam proses belajar mengajar dan seberapa jauh hasil yang telah dicapainya.

Dari pengertian mengajar dan mendidik diatas jelas bahwa guru memiliki tugas yang beragam yang terimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.

Setelah guru memahami tugas tersebut diharapkan proses membentuk generasi penerus bangsa yang handal ilmu pengetahuannya, punya kepribadian yang kuat dan memiliki ketrampilan yang memadai dapat terrealisasi dikemudian hari. Proses pendidikan akan dapat dilihat 10 atau 20 tahun yang akan datang maka marilah kita berikan yang terbaik untuk generasi penerus bangsa.

Penulis : Aries Pujianto, S.Pd.
Kepala MTs Muhammadiyah 04 Purbalingga

Copyright © Gurumts.com. All Right Reserved.



Cat : Guru, tags: , ,
Guru, Antara Mendidik dan Mengajar
Blog Guru | Guru, Antara Mendidik dan Mengajar yang sedang Anda baca merupakan judul posting yang diunggah Gurumts.com | Artikel Pendidikan dan Info Madrasah pada 15 January 2013 jam 22:01 WIB. Posting dengan judul Guru, Antara Mendidik dan Mengajar ini diharapkan memberikan manfaat bagi pembaca. Dan hingga saat ini telah 4261 x dibaca.

Author : Guru MTs


Jika artikel "Guru, Antara Mendidik dan Mengajar" bermanfaat, silakan di-share melalui jejaring berikut ini:

One Response to “Guru, Antara Mendidik dan Mengajar”

  1. rudicahyo says:

    pengajar -> kata kunci: transfer, referensif
    pendidik -> kata kunci: transform

    seperti halnya
    guru=teacher
    guruh-educator

Leave a Reply