Kontributor

  • Sodikin Masrukhin (Koordinator)
  • Aries Pujianto
  • Siti Nur Laely
  • Rofiq Priyanto
kontributor artikel

017268


Hit : 51
All Hits : 17268
Page : 105
All Pages : 54320
Online : 2

 IP : 54.211.164.132
 Date : 14-09-02
Browser : Other
Protected by Copyscape Duplicate Content Protection Tool
Home » Strategi Pembelajaran » Keterbatasan Bukan Penghambat Untuk Menjadi Sekolah Maju

Keterbatasan Bukan Penghambat Untuk Menjadi Sekolah Maju

4 February 2013 | Strategi Pembelajaran

Mengawali posting tentang “Keterbatasan Bukan Penghambat Untuk Menjadi Sekolah Maju” coba simak beberapa komentar tentang RSBI (yang berdasarkan hasil uji UU di MK telah ditiadakan) atau sekolah/madrasah elit yang ada:

“Itu kan sekolah RSBI, ekstranya pasti robotica”.
“Itukan sekolah orang kaya, wajarlah muridnya hebat-hebat”.
“Itukan sekolah dengan SPP sampai berjuta-juta, pantaslah menjadi sekolah maju !!!!
“Pasti juara I, sekolah… elit !”

Komentar-komentar diatas merupakan sebagian dari komentar-komentar yang sering terdengar dari orang-orang (atau bahkan guru) ketika berbicara tentang kualitas sekolah/madrasah, kreatifitas dan prestasinya. mereka selalu mengaitkan sekolah/madrasah berprestasi dan maju dengan mahalnya SPP, status sekolah/madrasah, dan elit tidaknya sekolah/madrasah itu.

Memang, tidak bisa dipungkiri, bahwa untuk maju dan berkualitas pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, bukan berarti sekolah/madrasah pinggiran tidak boleh maju dan berprestasi.

Padahal sekolah/madrasah yang sarana dan prasarananya sangat lengkap dan mahal bukanlah jaminan bahwa mutu pendidikan di sekolah/madrasah tersebut sangat baik jika tidak dikelola dengan baik pula.

Sesungguhnya, keterbatasan bukanlah penghambat untuk menjadi sekolah atau madrasah maju. Itu pendapat saya secara pribadi dan isnya Allah banyak juga yang sependapat. Terdapat banyak bukti bahwa di tengah-tengah keterbatasan pasti akan muncul ide-ide cemerlang dari semua warga sekolah/madrasah, yang penting kita benar-benar mau berusaha dengan keras dan cerdas.

Sebagai contoh adalah sebagaimana yang dikisahkan dalam film “Laskar Pelangi” yang diadopsi dari kisah nyata. Ada sebuah SD Muhammadiyah yang teramat sederhana tapi mampu mewujudkan mimpi-mimpi besar murid-muridnya. Dan tentu saja masih banyak pula contoh-contoh yang ada disekitar lingkungan kita.

Berikut ini adalah pengalaman pribadi penulis sebagai kepala MI Muhammadiyah Penaruban kab. Purbalingga yang mendapat predikat juara I lomba sekolah sehat tingkat kabupaten. Meskipun bukan sebuah prestasi yang tingkat dunia, tapi tujuan mengutarakan hal ini adalah hanya ingin berbagi dan siapa tahu bermanfaat bagi rekan-rekan yang mempunyai tekad dan semangat untuk memajukan Sekolah/madrasahnya.

Ketika ingin meraih predikat sebagai Madrasah Sehat Tingkat Kabupaten, kami hanya mempunyai 10 tenaga guru dan tidak ada TU, penjaga dan petugas kebersihan. Tapi dengan usaha keras dan tekad bulad akhirnya sekolah/madrasah kami bisa menyandang predikat tersebut.

Salah satu usaha yang kami tempuh adalah dengan melibatkan seluruh siswa dalam menciptakan sekolah/madrasah sehat. Bahkan ide pelibatan siswa ini munculnyapun dari anak-anak. Anak-anak kelas 4-6 menginginkan untuk dilibatkan dalam membersihkan halaman sekolah/madrasah secara bergilir. Mereka juga siap membantu merawat tanaman secara bergilir pula.

Akhirnya sekolah/madrasah kami dengan luas 2642 m2 terdapat kebun serta halaman yang bersih dan sehat karena dirawat dengan sebaik-baiknya. Predikat sebagai sekolah/madsarah tersehat tingkat Kabupaten pun bisa diraih.

Sekali lagi, walaupun ini bukanlah prestasi tingkat dunia dan hanya tingkat kabupaten tetapi ada hal yang dapat dijadikan pelajaran yaitu, walau dengan fasilitas yang seadanya tetapi karena ada kemauan yang keras dan kerja sama yang bagus apapun bisa diraih.

Ketika diadakan ekstra kurikuler robotica, muncul ide kreatif dari salah satu murid yaitu membuat robot dari barang bekas. Akhirnya dengan kerja keras tim yang berjumlah 7 orang ( 1 guru dan 6 murid ) bisa menciptakan robot penyiram tanaman secara sederhana dengan bahan yang sebagian dari limbah. Dan mimpi mempunyai ekstra ROBOTICA-pun menjadi nyata. Karena keberhasilan menciptakan robot dari barang bekas ini kemudia banyak televisi nasional meliput dan menyiarkannya. Sehingga MI Muhammadiyah Penaruban kabupaten Purbalingga menjadi heboh.

Dahulu, hal tersebut hanyalah mimpi dan khayalan. Hal ini didasarkan pada kemampuan financial wali murid dan keuangan madrasah. MI Muhammadiyah Penaruban bukanlah sekolah/madsarah golongan orang-orang kaya, bukan pula madrasah dengan SPP mahal, tetapi hanyalah sekolah/madsarah dengan mimpi besar yaitu menjadi madrasah yang mandiri, kreatif dan berdaya saing.

Nilai UN murid-murid kami juga tak kalah dengan murid-murid di sekolah/madrasah unggulan yang berbiaya mahal, fasilitas lengkap, berasal dari keluarga kaya serta mendapat bimbingan dari bimbel-bimbel terkenal. Murid-murid di MI Muhammadiyah Penaruban hanya mendapat bimbingan belajar dari para guru serta do’a yang tulus ikhlas dari segenap warga madrasah dan tentunya juga dari orang tua.

Dalam kegiatan ekstra yang lain seperti paduan suara, pencak silat, drum band, computer, pramuka serta qiraah, kami tidak mampu membayar guru-guru ekstra berhonor mahal. Melibatkan para alumni yang mampu dalam bidang tertentu adalah langkah yang kami tempuh. Dalam even-even tingkat kecamatan dan kabupaten, beberapa prestasi dapat diraih.

Kepada dewan guru ditekankan untuk memberdayakan apa yang ada di lingkungan sekitar untuk kepentingan KBM. KBM dibuat menarik dan bervariasi dengan memanfaatkan kandang ternak , sawah, kebun, atau apapun yang ada di sekitar.

So … bukan waktunya kita mengeluh. Sekarang waktunya melakukan sesuatu untuk kemajuan sekolah/madrasah. Seribu alasan akan muncul untuk orang-orang yang tidak mau menang, tapi tidak ada satu pun alasan untuk para pemenang.
Semangat !!!

Oleh : Siti Nur Laely
Kepala MIM Penaruban kab. Purbalingga

Copyright © Gurumts.com. All Right Reserved.



Cat : Strategi Pembelajaran, tags: , , ,
Keterbatasan Bukan Penghambat Untuk Menjadi Sekolah Maju
Blog Strategi Pembelajaran | Keterbatasan Bukan Penghambat Untuk Menjadi Sekolah Maju yang sedang Anda baca merupakan judul posting yang diunggah Gurumts.com | Artikel Pendidikan dan Info Madrasah pada 4 February 2013 jam 00:02 WIB. Posting dengan judul Keterbatasan Bukan Penghambat Untuk Menjadi Sekolah Maju ini diharapkan memberikan manfaat bagi pembaca. Dan hingga saat ini telah 1654 x dibaca.

Author : Guru MTs


Jika artikel "Keterbatasan Bukan Penghambat Untuk Menjadi Sekolah Maju" bermanfaat, silakan di-share melalui jejaring berikut ini:

5 Responses to “Keterbatasan Bukan Penghambat Untuk Menjadi Sekolah Maju”

  1. Irsamukhti says:

    Selagi masih ada semangat untuk belajar yang membara, keterbatasan tersulit pun masih bisa dilewati dalam menempuh pendidikan.

  2. sukague.com says:

    perlu perhatian lebih banyak nih

  3. Rahma says:

    Yang terpenting dari diri siswa sendiri,,asal ada kemauan pasti bisa berprestasi…

  4. Laptop Murah says:

    betul, asal ada semangat belajar dan mengajar pasti sekolah tersebut akan maju dan menghasilkan anak-anak didik yang berprestasi

  5. […] Oleh : Siti Nur Laely Kepala MIM Penaruban kab. Purbalingga sumber : http://www.gurumts.com/keterbatasan-bukan-penghambat-untuk-menjadi-sekolah-maju […]

Leave a Reply